CLAIRE'S BIO
Nama -- Panggilan: Claire Genevieve Exille – Claire.
Status Darah: Pureblood.
Tempat dan Tanggal Lahir: Boulogne-sur-Mer, 28 Maret 1991.
Suku Bangsa Karakter: Perancis.
Asrama: Felicite.
Tahun Masuk Beauxbatons: 2002.
Peliharaan: Seekor kucing persia bernama Bianca.
Tongkat sihir: Diamond, 28 cm. Dengan inti sehelai Bulu Augrey.
Sapu terbang: -
Posisi di Tim Quidditch: Chaser.
Latar Belakang Keluarga
Nama keluarga: Exille.
Kakek: Simon Troilus Exille – Pureblood.
Nenek: Michelle Odetta Exille nee Spring - Pureblood.
Nama Ayah: Richard Alexandre Exille – Pureblood.
Nama Ibu:
Kandung: Helene Rachael Glissade ex-Exille – Pureblood.
Tiri: Ichigo Amber Exille nee Yamamoto – Muggle.
Nama Saudara:
Nathaniel Chaney dan Elle Marion Chaney (Sepupu)— Halfblood.
Lain-lain:
Giselle Adrienne Chaney nee Exille (Bibi) – Pureblood.
Audric Gaye Chaney (Paman) – Muggle.
Latar Belakang Keluarga:
Sebelum mendapatkan warisan dari Simon Troilus yang merupakan ayah dari Richard Alexandre, keluarga Exille hanyalah keluarga bangsawan biasa yang hidup cukup menengah ke atas namun tidak begitu mewah. Mereka bertiga (Richard, Helene dan Claire yang kala itu masih berusia 2 tahun) kerap menghabiskan waktu bersama. Berjalan-jalan di kebun menggunakan sepeda dan berpiknik bersama. Saat Claire menginjak usia tiga tahun, merupakan awal dimana segala perubahan terjadi. Simon Troilus meninggal dunia secara mendadak dan menghibahkan segala aset kekayaannya kepada putra tertuanya yang dalam hal ini adalah Richard Alexandre. Adik satu-satunya yakni Giselle Adrienne, telah dicoret dalam silsilah keluarga karena kabur bersama pemuda muggle bernama Audric Gaye Chaney dan dikabarkan tengah tinggal di Rusia bersama suami dan kedua anaknya. Jadi satu-satunya yang diharapkan mampu mengolah perkebunan anggur Keluarga Exille adalah Richard Alexandre.
Sejak resmi menjadi pemimpin tertinggi di perusahaan perkebunan Keluarga Exille, Richard Alexandre tak lagi bersikap selayaknya seorang ayah dan suami bagi keluarga kecilnya. Ia lebih sering menghabiskan waktunya dengan bekerja dan pergi ke Bar. Sementara Helene Rachael telah resmi menjadi Nyonya Besar Exille, kini hidup bergelimangan harta. Tugasnya hanyalah mendidik putri semata wayangnya, Claire Genevieve menjadi seorang putri bangsawan yang anggun, bermoral dan beretika tinggi. Dan saat-saat itulah yang menyebabkan Claire tumbuh menjadi gadis yang pendiam, dingin dan perlahan ekspresinya mulai kaku. Terlalu banyak aturan dalam hidupnya yang menyebabkan Claire hidup seperti gadis robot yang digerakkan oleh buku panduan tata krama dan tuntutan-tuntutan sang ibu.
Saat usia Claire menginjak lima setengah tahun, keluarga ini mulai tak harmonis. Richard Alexandre jarang sekali pulang ke Exille Mansion. Begitu pula dengan Helene Rachael yang mulai mencoba peruntungannya di dalam industri perfilman Hollywood. Wajah yang cantik serta kharisma yang dimilikinya menjadikan nama Helene Rachael begitu bersinar. Dalam kurun tiga bulan, Helene Rachael sudah resmi menjadi bintang papan atas Hollywood sejajar dengan Angelina Jolie dan Megan Fox. Ketenaran dan kecemerlangan karirnya membuat Helene Rachael lupa diri sehingga melalaikan tugas dan tanggung jawabnya akan Claire Genevieve. Gadis kecil itu tinggal sendirian di istananya dan ditemani dua peri rumah setianya, Ille dan Noe selama berbulan-bulan.
Tepat saat usia Claire genap enam tahun, puncak dari segala ketidaknyamanan ini meledak. Helene Rachael yang ternyata masih memendam rasa rindu pada Claire, datang dan menjenguknya sekaligus ingin memberikan kado serta ucapan selamat ulang tahun pada putrinya. Bersamaan dengan hal itu, Richard Alexandre dan kekasih gelapnya, Ichigo Yamamoto (wanita berkebangsaan Jepang) datang ke Exille Mansion untuk bersenang-senang. Pertemuan mereka berdua sungguh merupakan petaka. Setelah insiden cekcok hingga pembantaian terhadap beberapa ornamen berharga, Helene Rachael pergi dan resmi menyandang kembali nama keluarga gadisnya sebulan kemudian dengan menyerahkan Claire hidup bersama ayahnya. Ichigo Yamamoto resmi menyandang nama Exille tepat seminggu setelah perceraian. Dan mulai menunjukkan kesewenangannya sebagai nyonya besar.
Dan sejak saat itulah, Claire Genevieve kehilangan pegangan hidup. Dia hanya mengandalkan sebuah buku tua yang diberikan Helene Rachael sebagai hadiah saat itu dan sepucuk surat yang menginginkan Claire hidup dengan selalu berpedoman pada buku tersebut.
Data Personal
Personaliti Karakter: Pendiam. Sering berbahasa maya dan sering berbicara sendiri dalam hati. Sebetulnya hanya gadis polos yang bersembunyi di balik topeng Exille sehingga menjadikannya gadis yang dingin dan terkesan agak sinis. Namun lambat laun mulai berusaha untuk ramah agar tidak kesepian. Tapi kadangkala dia menyukai kesendirian dan kesunyian. Tidak begitu menyukai pesta yang berisik.
Sejak kelas tiga, baru diketahui kalau dirinya memiliki kepribadian ganda. Yang satu adalah kepribadian Claire yang asli sementara yang lainnya adalah kebalikan darinya. Kepribadian yang satunya memiliki sifat lebih sinis, dingin, dan lebih sarkas dari dirinya yang asli. Sampai sekarang belum diketahui penyebab pasti mengapa ada Claire lain yang keluar. Namun diduga karena tekanan batin yang berlebihan dan emosi yang mudah berubah. Dan belum dapat disimpulkan kapan kepribadian satunya akan keluar.
Bakat dan Kekurangan
Bakat: Piano, ballet, what else?
Kekurangan: Mengendalikan emosi.
Keterangan Lain
* Kelas Satu.
Masih sedikit tidak terbiasa dengan dunia sihir, acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitarnya. Tidak punya teman. Pertama kali berkenalan dengan seorang pemuda kusut bernama Aaron Brennan di kereta (tepatnya di kompartemen 2) dan mulai dekat. Mengenal Neo Morelos di PAT dan Balthazar Russell di kelas Transfigurasi.
* Kelas Dua.
Perlahan mulai mendapatkan ekspresinya kembali. Divonis mengidap penyakit jantung dan diramalkan hanya dapat bertahan hidup selama dua tahun ke depan. Mulai dekat dengan Balthazar Russell akibat pertemuan yang tak sengaja di hutan. Sempat pingsan di Danau dan ditolong gadis bernama Chenelle McCain.